Puskesmas Sluke Tingkatkan Kesiapan Petugas dalam Pelaksanaan SHK (Skrining Hipotiroid Kongenital)

Puskesmas Sluke Tingkatkan Kesiapan Petugas dalam Pelaksanaan SHK (Skrining Hipotiroid Kongenital)

Share this Post

Pada tanggal 13 Agustus 2026 Puskesmas Sluke telah melakukan in House Training pada petugas yang berjaga di ruang PONED serta petugas Analis Laboratorium untuk memperdalam dan merefresh materi tentang SHK. Kalian penasaran tidak APA ITU SHK…….????

SHK atau Skrining Hipotiroid Kongenital adalah tes darah sederhana pada bayi baru lahir untuk mendeteksi kekurangan hormon tiroid sejak dini. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil 2-3 tetes darah dari tumit bayi pada usia 48 hingga 72 jam pertama kehidupan agar anak terhindar dari risiko keterbelakangan mental dan stunting.

Tujuan dan Manfaat SHK

  • Mendeteksi kelainan fungsi kelenjar tiroid bawaan (Hipotiroid Kongenital) sebelum gejala muncul.
  • Mencegah hambatan pertumbuhan fisik atau tubuh pendek/stunting.
  • Mencegah retardasi mental atau penurunan tingkat kecerdasan permanen pada anak.
  • Memberikan pengobatan hormon pengganti secepatnya (idealnya sebelum bayi berusia 2 minggu hingga 1 bulan) jika hasil positif.

Waktu dan Cara Pelaksanaan

  • Waktu Ideal: usia 48 sampai 72 jam setelah lahir. Dalam kondisi tertentu, bisa dilakukan sejak 24 jam pertama hingga maksimal kurang dari 14 hari.
  • Cara Pengambilan Sampel: petugas kesehatan menusuk bagian tumit bayi secara aman untuk mengambil 2–3 tetes darah, lalu meneteskannya pada kertas saring khusus.
  • Tempat: dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan ibu dan anak milik pemerintah maupun swasta.

Sumber: ayo sehat kemenkes.go.id