BIAS MR: Perlindungan Tambahan Untuk Anak Usia Sekolah
Apa itu BIAS MR?
BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Dalam kegiatan ini, imunisasi MR (Measles-Rubella atau Campak-Rubella) diberikan kepada anak usia sekolah sesuai sasaran dan jadwal program pemerintah. Imunisasi ini membantu melindungi anak dari penyakit campak dan rubella.
Mengapa anak yang terlihat sehat tetap perlu imunisasi?
Anak yang tampak sehat tetap dapat membutuhkan imunisasi sesuai jadwal. Perlindungan dari imunisasi sebelumnya dapat menurun seiring waktu, dan sebagian anak mungkin belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap. Mengikuti jadwal imunisasi membantu mempertahankan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Campak dan rubella: apa bahayanya?
Campak dapat menimbulkan demam, ruam pada kulit, dan batuk. Pada sebagian anak, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia (radang paru-paru) atau ensefalitis (radang otak).
Rubella sering menimbulkan gejala yang lebih ringan pada anak, tetapi tetap perlu diwaspadai. Jika infeksi rubella terjadi pada ibu hamil, virus ini dapat membahayakan janin dan menyebabkan kelainan bawaan, antara lain gangguan jantung, katarak, atau gangguan pendengaran.

Apa manfaat imunisasi MR?
- Membantu mencegah campak: Mengurangi risiko terkena campak dan komplikasi berat yang dapat menyertainya.
- Membantu mencegah rubella: Melindungi anak sekaligus membantu mengurangi penyebaran rubella di masyarakat.
- Mempertahankan perlindungan: Menjadi bagian dari jadwal imunisasi anak sesuai program pemerintah.
- Melindungi lingkungan sekitar: Cakupan imunisasi yang baik membantu mengurangi peluang penularan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Sasaran BIAS MR dalam materi ini adalah anak tingkat Sekolah Dasar (SD) atau sederajat, umumnya siswa kelas 1 SD. Pelaksanaan dilakukan di sekolah oleh petugas kesehatan dari puskesmas setempat, sesuai jadwal dan ketentuan program yang berlaku.
Apakah ada efek samping setelah imunisasi?
Sebagian anak dapat mengalami reaksi ringan, misalnya nyeri atau kemerahan di tempat suntikan dan demam ringan. Reaksi ini biasanya bersifat sementara. Orang tua atau wali dapat menghubungi petugas kesehatan apabila keluhan membuat khawatir, memburuk, atau muncul gejala yang tidak biasa.
Peran orang tua: apa yang bisa dilakukan?
- Perhatikan informasi jadwal imunisasi dari sekolah atau puskesmas.
- Sampaikan kepada petugas kesehatan jika anak memiliki riwayat reaksi serius setelah imunisasi atau kondisi kesehatan yang perlu dinilai sebelum imunisasi.
- Dampingi dan tenangkan anak agar merasa lebih nyaman.
- Setelah imunisasi, amati kondisi anak dan ikuti arahan petugas kesehatan
Sumber :
- Kementerian Kesehatan RI. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
- Masturoh, I., & Anggita, N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
- https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/seputar-imunisasi